5.1.08

BUAH LEZAT BERKHASIAT OBAT

oleh: Imam Wiguna


Rasa lemas dan pandangan kabur tiba-tiba menyambangi Zaenal Solikhin SH. Ia pun merebahkan diri pada sandaran kursi. Gejala itu pertanda kadar gula darah kepala Desa Jokomulyo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, tengah melonjak. Bila sudah demikian, kesembuhan ia sandarkan pada obat pereda kadar gula darah.

Suatu hari pada 2006, rasa lemas kembali mendera Zaenal. Hasil pemeriksaan darah di RS Harapan, Magelang, menunjukkan kadar gula darah mencapai 439 mg/dl; normal 120 mg/dl. Lagi-lagi ayah 4 anak itu mesti mengkonsumsi obat penurun kadar gula darah.
Suatu ketika Zaenal bertemu dengan seorang rekan. Ia menyarankan agar Zaenal mengkonsumsi buah naga. Belakangan memang santer terdengar buah bersisik itu kaya khasiat. Tanpa pikir panjang ia memborong buah naga di salah satu toko buah di Magelang, Jawa Tengah.

Haluskan kulit
Red pitaya-sebutan buah naga berdaging merah-itu dikonsumsi pagi dan sore hari masing-masing 1 buah berbobot 250 g. Zaenal berhenti mengkonsumsi nasi, salah satu sumber gula yang pantang dikonsumsi penderita diabetes. 'Selama diet, saya hanya mengkonsumsi buah naga,' katanya. Konsumsi obat penurun gula darah juga dihentikan.

Delapan hari berselang, kondisi tubuh Zaenal mulai membaik. Ketika diperiksa kembali di RS Harapan, kadar gula darah turun menjadi 139 mg/dl. Sejak itulah bila kadar gula darah kembali melambung, 'Saya langsung mengkonsumsi buah naga,' ujarnya.

Kisah Zaenal Solikhin itu seakan membenarkan anggapan buah naga-terutama buah naga berdaging merah Hylocereus polyrhizus-yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit.
Menurut Prof Dr Muhammad Yusuf, ahli pengobatan tradisional China, dalam kebudayaan Tionghoa buah naga dipercaya menghaluskan kulit wajah sehingga tampil lebih cantik. Namun, ia tidak digunakan untuk mengobati penyakit-penyakit mematikan seperti kanker atau jantung.
'Buah naga baik untuk mengatasi panas dalam karena bersifat mendinginkan,' ujarnya. Terbukti ilmiah Berbagai hasil penelitian ilmiah menunjukkan buah naga berfaedah bagi kesehatan. Marhazlina M, peneliti Department of Nutrition and Dietetics Faculty of Medicine and Health Sciences Universiti Putra Malaysia, meneliti pengaruh mengkonsumsi buah naga terhadap kadar gula darah dan kolesterol pada pasien diabetes mellitus tipe 2 yang tidak tergantung insulin. Uji dilakukan terhadap 28 pasien berusia 40-55 tahun.

Sukarelawan itu dibagi ke dalam 4 kelompok, masing-masing terdiri atas 7 pasien. Pasien pada kelompok I diberi asupan 400 g buah naga berdaging merah setiap hari, kelompok II 600 g, kelompok III tanpa perlakuan, dan kelompok IV diberi obat penurun kadar gula darah yang beredar di pasaran.

Darah pasien diperiksa pada minggu pertama pascaperlakuan, 4 minggu, dan 2 minggu sebelum perlakuan berakhir. Total masa perlakuan 7 minggu. Darah pasien diperiksa dengan mesin penganalisis kimia otomatis.

Hasil penelitian menunjukkan kadar kolesterol high density lipoprotein (HDL)-kolesterol baik-pasien kelompok I meningkat 14,1% setelah 4 minggu perlakuan. Sedangkan kadar gula darah pasien menurun 19,94%, kolesterol low density lipoprotein (LDL)-kolesterol buruk-5,94%, dan trigliserida 23,52%. Kesimpulannya, buah naga berdaging merah berpotensi membantu menurunkan kadar gula darah dan mencegah risiko penyakit jantung pada pasien diabetes. Hasil itu tidak jauh berbeda dengan kelompok II.

Pitaya juga terbukti kaya antioksidan. Hasil riset Agricultural Research Service (ARS), United States Department of Agriculture (USDA), buah naga berdaging merah mengandung total fenolat 1.076 ?mol gallic acid equivalents (GAE)/g puree. Aktivitas antioksidan mencapai 7,59 ?mol trolox equivalents (TE)/g puree. Sedangkan yang berdaging putih Hylocereus undatus mengandung total fenolat 523 ?mol GAE/g dan aktivitas antioksidan 2,96 ?mol TE/g.

Daun dan kulit buah Faedah buah naga bagi kesehatan ternyata tak hanya dipersembahkan daging buah. Hasil penelitian Rosario Vargas Sol?s dari Laboratorio de Investigation de Fitofarmacolog?a, Universidad Autonoma Metropolitana Xochimilco, Meksiko, ekstrak kloroform daun buah naga berdaging putih mengandung senyawa pentacyclic triterpene taraxast-20-ene-3a-ol dan taraxast-12,20(30)-dien-3a-ol. Kedua senyawa itu terbukti melindungi kelenturan pembuluh darah kelinci.

Peneliti memperkirakan keampuhan kedua senyawa itu hampir menyamai troxerutin, salah satu obat pelindung pembuluh darah mikro yang beredar di pasaran. Obat itu berfaedah mengurangi risiko pecahnya pembuluh darah. Hasil uji in vitro yang dilakukan Li-chen Wu, peneliti Department of Applied Chemistry, National Chi-Nan University, menunjukkan ekstrak kulit buah naga berdaging merah berpotensi menghambat pertumbuhan sel tumor B16F10 pada dosis 25 ?g. Itu membuktikan buah naga tak hanya lezat bila disantap, tetapi juga berfaedah sebagai obat
source : http/www.trubus.com

Selanjutnya...

KANKERNYA DISIKAT JAMUR AJAIB

Oleh: Andretha Helmina


Kanker payudara dipercaya sebagai kanker tertua di dunia. Penyebab kematian nomor dua pada perempuan Indonesia itu termuat dalam papirus Mesir kuno 3.500 tahun sebelum masehi. WHO bahkan mengestimasi satu nyawa melayang setiap 11 menit akibat keganasannya. Berbagai penelitian pun terus dilakukan untuk menyibak tabir penyakit yang menyerang 26 di antara 100.000 penduduk Indonesia itu.

Sri Lestari adalah kisah nyata salah satu dari 26 orang itu. Tiga bulan lamanya ia melewati malam dengan terjaga. Bukan sengaja, tapi sakit di payudara kanan kian tak tertahankan. Badannya tak henti menggigil dan keringat dingin membasahi sekujur tubuh. Ketika disentuh, terdapat benjolan yang terasa keras. Tak jarang ia baru dapat memejamkan mata kala pagi hampir menjelang.

Padahal, Lestari harus bangun pagi buta keesokan harinya untuk mempersiapkan keperluan di kedai bakso tempatnya bekerja. Rutinitas kian terganggu karena bila kambuh, ia tak mampu turun dari tempat tidur. Pun ketika harus menyusui anaknya yang masih balita. Rasa nyeri itu semakin menjadi-jadi. 'Rasanya setengah mati,' tutur ibu 2 anak itu.

Tak tahan menghadapi penderitaannya, Lestari memilih memeriksakan diri ke Rumah Sakit Umum Jebres di Surakarta. Setelah melalui cek darah dan mamografi, ia divonis mengidap kanker payudara. Ada benjolan sebesar kelereng yang harus segera diangkat. Dokter lalu memberi resep 3 macam obat untuk dikonsumsi 3 kali sehari selama 6 bulan. 'Rp600.000 habis setiap bulan untuk menebus obat,' ujarnya. Walau ia patuh untuk mengkonsumsinya, tetapi Lestari tak kunjung sembuh. Namun, ia enggan dioperasi.

Pada Juni 2001, Je Lie, sang majikan menyarankan Lestari untuk mencari reishi atau ling zhi yang berkhasiat mengobati berbagai penyakit. Beruntung di daerahnya ada pembudidaya ling zhi. Ibu 2 anak itu lalu membeli sebungkus ling zhi seharga Rp10.000. Kira-kira 6 gram jamur kayu itu direbus dalam segelas air hingga mendidih. Ia lalu menyaring dan meminumnya hangat-hangat 3 kali sehari masing-masing setengah gelas.

Awal mengkonsumsi, sakit yang dialami Lestari kian menjadi-jadi. Namun, ia tak jera meminum seduhan pahit itu. Ketekunannya membuahkan hasil. 'Dua minggu setelahnya, tidur saya kembali nyenyak,' kata perempuan 34 tahun itu. bulan berselang, keluhan tak dirasakan lagi.
Hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan tumor ganas itu lenyap. Ia pun dinyatakan sehat oleh dokter bedah yang dulu memeriksanya. Empat tahun kemudian Lestari dikaruniai seorang putra yang diberinya ASI eksklusif. 'Tak lagi terasa sakit kala menyusui,' kata Lestari. Tak hanya itu, bobot tubuh yang semula turun hingga 5 kg, kembali normal di angka 57 kg.

Sitotoksik Bagaimana mekanisme Ganoderma lucidum menumpas sel kanker payudara? Penelitian yang dimotori Daniel Silva dari Laboratorium Riset Kanker, Indianapolis, Amerika Serikat, menyebutkan aktivator plasminogen tipe urokinase uPA dan uPAR diekspresikan secara berlebih pada kasus kanker payudara. Ekspresi uPA dan uPAR itu dikontrol faktor transkripsi AP-1 dan NF-kB, dan aktivasi konstitutif NF-kB dan dan AP-1 terdeteksi pada payudara yang terinvasi berat. Reishi menghambat faktor transkripsi AP-1 dan NF-kB dan menghasilkan kenaikan uPA dan uPAR, sekresi uPA, serta menghambat perkembangan sel kanker.

Dosis yang digunakan pada penelitian itu 0,5-2,5 mg/ml per 1- juta sel kanker; dosis anjuran berdasar uji klinis dengan jamur lain 5-10 g per hari. Riset lain yang dilakukan oleh Yue G G dari Institut Pengobatan China, The Chinesse University of Hongkong, membuktikan ekstrak ling zhi secara signifikan menghambat sel poliferasi dalam sel kanker payudara manusia
MCF-7 dan MDA-MB-231. Ekstrak jamur kayu itu terbukti secara signifikan tidak menimbulkan efek sitotoksik pada sel-sel epitel kelenjar susu normal manusia. Hasil itu menunjukkan ling zhi tokcer sebagai antitumor.

Efek antitumor itu berkat kandungan triterpen, polisakarida, dan protein immunomodulator. Mekanisme yang melibatkan inhibisi modifikasi post-translasional pada onkoprotein ras, inhibisi DNA polimerase, atau stimulasi produksi sitokinin juga mendukung efek antitumor itu. Ling zhi memang kaya senyawa aktif triterpenoid yang ampuh sebagai hepatoprotektif, antihipertensi, hipokolesterolemik dan efek antihistaminik, antitumor, serta antiengiogenik. Sedangkan polisakarida, terutama ß-D-glucans, dikenal luas memiliki efek antitumor melalui immunomodulasi dan antiangiogenesis. Dengan kata lain, polisakarida memproteksi tubuh dari radikal bebas dan memperkecil kerusakan sel akibat mutagen.

Herbal Kanker payudara timbul karena berbagai musabab. Mulai dari faktor genetis hingga timbunan zat-zat karsinogenik dalam tubuh dituduh menjadi biang keladi pemicu kemunculannya. Menurut dr Sidi Aritjahja di Yogyakarta, sampai stadium III pengobatan kanker memakan waktu hingga 6 bulan. 'Tak ada spesifik satu jenis obat yang bisa menyembuhkan kanker,' kata dokter yang mendalami herbal itu. Karena itu mengetahui asal-muasal dan jenis kanker penting untuk mengambil tindakan pengobatan.

Tanaman obat memang menjadi alternatif bagi yang enggan menjalani operasi. 'Terutama herbal yang mengandung senyawa sitotoksik,' kata dr Erna Cipta Rini yang berpraktek di klinik Karya Sari, Pondokcabe, Tangerang. Keladi tikus, mahkota dewa, dan singkong racun adalah beberapa di antaranya yang telah terbukti secara empiris maupun praklinis sebagai antikanker.

Mahkota dewa baik untuk melawan kanker stadium awal. Jika mencapai stadium lanjut, pilih keladi tikus yang bersifat antineoplastik. 'Khasiatnya telah diuji di Malaysia,' kata Yelia Mangan, herbalis kanker di Jakarta Selatan. Ia biasa meresepkan 3 tablet keladi tikus dosis 500 mg, 3 kali sehari untuk stadium lanjut. Bila kanker belum terlalu ganas, cukup sehari 2 kali. Karena sifatnya yang toksik, ia tak menyarankan penggunaan dalam bentuk simplisia. Mana yang paling mujarab? 'Pilihan ada pada pasien. Saya hanya menyarankan,' kata Yelia.

Menurut Yelia pengobatan dengan herbal sebaiknya dikombinasikan dengan vitamin dan suplemen tubuh. Penderita juga harus melakukan diet dengan memperbanyak konsumsi sayuran dan buah serta menghindari makanan cepat saji dan yang mengandung pengawet

Selanjutnya...

TEH HITAM PENYEMBUH LEVER (Black Tea)

oleh: Lani Marliani

Teh sebagai minuman, banyak yang mafhum. Teh sebagai obat? Boleh jadi sedikit yang tahu. Banyak bukti ilmiah yang mendukung bahwa daun Chamellia sinensis itu berkhasiat obat. Simak riset Ethan Basch, MD, peneliti dari Massachusetts College of Pharmacy, Amerika Serikat. Ethan tidak meneliti sembarang teh, tetapi hanya teh hitam dari pucuk tanaman anggota famili Theaceae itu. Riset pada 2006 itu membuktikan teh hitam menstimulasi sistem saraf pusat, memberikan efek menenangkan, meningkatkan detak jantung, dan diuretik.

Saraf pusat yang terangsang sistem pengendali irama dan gerak fisik menjadi terkendali. Dampaknya, pengaturan serapan nutrisi lebih baik. Daunnya kaya polifenol, tanin, mineral, vitamin, dan antioksidan. Yang disebut terakhir membantu kerja lever lebih efektif, sehingga tingkat metabolisme jadi lebih cepat. Akibatnya proses penyembuhan penyakit pun lebih optimal.

Itulah yang dialami Ekawati Faziah di Gemoh, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Sejak 1990 ia menderita penyakit akibat infeksi virus itu. Saat itu, Eka sangat sibuk. Sebagai ibu 6 anak sekaligus guru Taman Kanak-kanak tenaganya tersita setiap hari. Perempuan kelahiran Banyumas 49 tahun silam itu juga mengelola toko busana.

Kesibukan itu kerap menyebabkan, makan tidak teratur dan kurang minum. Sementara aktivitas sehari-hari menuntut stamina prima. Ia kerap mengabaikan nyeri perut kanannya. Namun, lama-kelamaan nyeri itu menyiksa. 'Rasanya sakit sekali, seperti ditusuk ribuan jarum,' kata Eka melukiskan.

Sembuh & kambuh Dokter yang ia datangi mendiagnosis gangguan empedu. 'Yang sakit kan perut kanan bagian dalam, kemungkinan empedunya terganggu,' ujar Eka mengutip perkataan dokter. Setelah rutin mengkonsumsi obat resep dokter, rasa nyeri kadang berkurang. Namun, kondisi tubuhnya tak membaik bahkan lebih parah. Tubuh terasa lesu. Selain itu, perut juga mual sehingga enggan makan. Meski begitu, ia tetap mengkonsumsi obat dari dokter selama dua tahun.

Sayangnya, tanda-tanda kesembuhan belum juga datang. Oleh karena itu ia menuruti saran keluarga untuk mengecek kesehatan ke sinshe. 'Empedu tidak bermasalah, yang bermasalah justru lever,' Eka mengulang perkataan sinshe di Temanggung. Sinshe meresepkan sebuah ramuan berbahan baku mahkota dewa, mimba, sambiloto, temulawak, dan pegagan. Semuanya direbus dalam air dan diminum 3 kali sehari.

Sebulan berselang, rasa sakit hilang. Tubuh pun bertenaga kembali. Oleh sinshe, Eka dinyatakan sembuh. Namun, 2 tahun setelah itu levernya kambuh lagi. Itu bermula pada 1994 pascamelahirkan anak ke-8. Anak ke-7 baru lahir setahun sebelumnya. Wajar jika kesibukannya bertambah. Ia kerap merasa lemas dan pusing. Ketika dibonceng anaknya ke toko, ia terjatuh dari motor 'Badan lemas, pandangan juga berkunang-kunang,' katanya. Hasil pemeriksaan dokter, tekanan darahnya hanya 70/80 mmHg; normal 120/80 mmHg. Kadar Hb dalam darah pun hanya 7 mg/dl, padahal normalnya 12 mg/dl.

Pemeriksaan itu juga menunjukkan lever Eka lagi-lagi bermasalah karena membengkak sekaligus komplikasi mag, jantung, dan ginjal. Kondisi itu memaksa wanita kelahiran 1958 itu beristirahat total selama 5 bulan, sampai-sampai toko busananya ditutup. Praktis selama kurun waktu itu Eka tidak beraktivitas. 'Rasanya membosankan sekali, karena biasanya aktif,' katanya. Meski kondisi kian parah tapi ia enggan mengkonsumsi obat dokter.

Putri sulungnya, Ryan Huria Latifah, menawarkan serbuk teh hitam. Setiap pagi, siang, dan malam, setengah sendok teh bubuk teh hitam diseduh dalam segelas air panas. Hari pertama mengkonsumsi teh hitam menimbulkan efek diare. Keringat keluar membanjiri tubuh. 'Tapi terus saya minum karena menurut anak saya reaksi awalnya memang begitu,' kata Eka. Setelah sepekan rutin mengkonsumsi teh hitam, tubuh kembali bertenaga. Mual dan pusing tidak lagi terasa. Hasil pemeriksaan dokter sebuah klinik menunjukkan, levernya kembali normal.

Beragam penyakit lain, seperti darah rendah dan mag juga sirna. Sebulan setelah mengkonsumsi teh herbal, Eka sanggup menempuh perjalanan Temanggung-Solo dengan mengendarai motor. 'Tidak terasa lelah sama sekali,' katanya. Itu perubahan besar baginya. Penampilannya pun lebih segar dengan bobot tubuh bertambah dari 44 kg menjadi 49 kg.

Katekin Menurut Prof Dr Maximilian, M.D.,PhD, dokter sekaligus konsultan kesehatan dan accupressurist di Solo, mayoritas penderita kerusakan hati karena infeksi virus hepatitis kronik (B atau C) dan kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol. Dapat pula akibat infeksi lain berupa obat, racun, dan autoimun. Menurut Hj Sarah Kristanti, herbalis di Bandung, Jawa Barat, sebagian pasien (10%) yang terinfeksi virus hepatitis B tidak dapat sembuh total. Jika penyakitnya menjadi kronik akan berlanjut menjadi sirosis.

Maximilian mengatakan, konsumsi teh hitam memperbaiki sel-sel tubuh sehingga metabolisme meningkat. Akibatnya, antibodi dalam tubuh naik, penyakit pun dapat dengan mudah diatasi. 'Tetapi jangan sembarangan minum teh hitam,' ujar alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada itu mengingatkan. Sebaiknya minumlah teh hitam yang sudah difermentasi. Proses fermentasi mampu mengaktifkan 450 senyawa alamiah yang ada dalam teh. 'Semua senyawa itu berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh,' katanya.

Salah satu senyawa dalam daun teh yang paling sohor adalah katekin. Katekin adalah antioksidan yang kuat, lebih kuat daripada vitamin E, vitamin C, dan betakaroten. Dalam teh terdapat beragam katekin: yaitu epigallo katekin-gallate (EGCC), epigallokatekin (EGC), epikatekin-gallate (ECG), gallokatekin, dan katekin. Selain katekin, teh juga mengandung flavonoid, fluoride, magnesium, vitamin E, dan vitamin K. Semua senyawa aktif itu mampu mencegah dan mengatasi berbagai macam penyakit bila teh dikonsumsi secara kontinu

Selanjutnya...

Design by Dzelque Blogger Templates 2007-2008